el-kamil ibnu ishaq

Pejuang dalam hidup, untuk meraih angan dalam Cita dan Cinta

el-kamil ibnu ishaq

Pejuang dalam hidup, untuk meraih angan dalam Cita dan Cinta

el-kamil ibnu ishaq

Pejuang dalam hidup, untuk meraih angan dalam Cita dan Cinta

el-kamil ibnu ishaq

Pejuang dalam hidup, untuk meraih angan dalam Cita dan Cinta

el-kamil ibnu ishaq

Pejuang dalam hidup, untuk meraih angan dalam Cita dan Cinta

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Desember 2012

Pengakuan Mantan Misionaris Yang Masuk Islam


Drs. H. Wakhid Rosyid Lasiman, MA (Willibrordus Romanus): Apa Agama Yesus? Setelah melakukan berbagai penelitian dan diskusi yang panjang tentang kebenaran baik dengan tokoh Katolik maupun Islam, Lasiman, mantan misionaris yang juga tetangga dari Mbah Marijan, yang tinggal di dekat Gunung Merapi, Yogyakarta itu alkhirnya mengucapkan syahadat. Ia pun berusaha untuk mengembalikan mereka yang pernah dimurtadkannya.

Berikut kisahnya: Aku dulu seorang penganut Katolik. Nama kecilku Lasiman. Aku lahir dari orang tua kejawen. Namun sejak kecil dididik secara formal di sekolah Katolik di samping Gereja di Sleman Yogyakarta. Aku pun mendapat pendidikan agama Katolik. Alhasil aku menjadi penganut Katolik. Aku diberi nama baptis Willibrordus. Kemudian diberi nama baptis kader penguatan Romanus. Selanjutnya aku belajar di sekolah guru milik yayasan Katolik yang didirikan tahun 1822. Aku dididik menjadi guru misi, sehingga aktivitas yang ada selalu terkait dengan kegiatan misi Katolik seperti melatih teater untuk tampil di Natalan, Paskah, dan lainnya. Aku pun aktif di tim koor lagu-lagu Katolik, acara-acara Natal, Paskah, dalam rangka dakwah misi Katolik lainnya.

Guru-guru sekolah Katolik saat itu dapat pembinaan khusus sebagai guru misionaris. Kami dilatih dari Keuskupan Agung Semarang dan dari Gereja Pintaran di Yogya. Kami mendapat pelatihan terkait kurikulum pendidikan, dan bagaimana mengajar di sekolah-sekolah untuk mengaburkan keislaman para siswa melalui pendidikan sejarah. Kami diajarkan bahwa yang menyebarkan agama Islam di Indonesia itu bukan hanya 9 wali tapi 10 wali yang salah satunya itu Syekh Siti Jenar. Syeikh Siti Jenar itu mengenalkan istilah manunggaling kaulo gusti, menyatunya tuhan dan manusia. Diajarkan di dunia ini, bahwa yang menyatunya tuhan dan manusia yang paling hebat dan melebihi Syekh Siti Jenar adalah menyatunya Tuhan Allah dengan Yesus. Jadi diajarkan bahwaYesus itu wujudnya manusia tapi rohnya Allah.

 Tugas seorang misionaris yang paling prinsip adalah mengubah orang Indonesia yang mayoritas Muslim ini menjadi orang-orang Nasrani. Salah satunya itu melalui lembaga pendidikan. Makanya wajar meski UU Sisdiknas ini sudah diundangkan tapi nyatanya belum dipraktekkan di Yayasan Katolik dan Kristen. Hal itu bisa dibaca di buku saya berjudul Kristenisasi Berkedok Islam.

Pada 1977 setelah dilatih di Keuskupan Semarang untuk menyebarkan Katolik di Jawa Barat, aku kemudian ditempatkan di Garut. Ketika di Garut lah aku bertemu dengan Profesor Dr Anwar Musyaddad, di Pondok Pesantren Musyaddadiyah. Beliau saat itu adalah Rektor IAIN Bandung. Kami berdialog tentang kebenaran yang ada. Kebetulan beliau juga paham tentang Kristologi dan perbandingan agama. Kebiasaan dialog tentang kebenaran sebenarnya aku lakukan juga ketika aku sekolah di kemaritiman dan Sospol UGM waktu itu. Dialog merupakan salah satu cara bagaimana untuk mengkristenkan mahasiswa. Masuk Islam Dialog juga aku lakukan dengan para pimpinan Katolik. Karena banyak hal yang ingin aku pertanyakan dan butuh jawaban yang memuaskan seperti perbedaan Katolik dan Protestan, dosa warisan dan lainnya.

Ketika aku belajar Tafsir di Katolik kemudian belajar tafsir Al Kitab Kristen, banyak perbedaan di antara keduanya. Tafsir Al kitab di Katolik lebih rendah dibandingkan Protestan. Perbedaan antara Katolik dan Kristen itulah yang aku diskusikan dengan pimpinan-pimpinanku saat itu, namun itu tidak bisa terjawab. Setelah berdialog lama dengan Profesor Anwar Musyaddah akhirnya aku pun masuk Islam. Aku secara resmi mengikrarkan syahadat di Kantor Depag Yogyakarta, 15 April 1980. Aku mememukan kebenaran di Islam. Dari hasil dialog dan penelitian itu aku memperoleh kesimpulan bahwa orang yang hidup itu pasti mati, mati itu harus membawa kebenaran, kebenaran itu ada di kitab suci dan kitab yang benar itu Alquran.

Setelah masuk Islam aku kemudian belajar di sebuah pesantren di Cirebon. Aku ingin mendalami Islam lebih dalam. Aku melihat begitu banyak orang yang mengaku Islam tapi mereka tidak mendalami Islam. Itu tantangan ketika aku hidup di lingkungan Islam. Aku ingin berislam secara ilmiah Karena memang aku sudah biasa dilatih seperti itu di sekolah misi Katolik. Aku pikir kalau berislam dengan tidak ilmiah itu omong kosong. Tapi setelah aku belajar di pesantren, aku rasa itu tidak cukup. Sampai akhirnya aku kuliah mengambil sarjana muda di IAIN Cirebon. Tapi di IAIN juga tidak cukup. Akhirnya aku pikir aku harus selalu mempelajari Islam.

Aku kemudian pulang ke Yogja dan melanjutkan kuliah di S1. Selanjutnya melanjutkan belajar di psikologi Islam di UMJ dengan tesis konversi agama yang diuji beberapa professor. Dalam tesis itu dibahas bagaimana orang Islam yang haji bisa masuk Kristen dan aktivis Kristen bisa tobat. Setelah aku paham Islam, dan tahu kewajiban dalam Islam itu berdakwah maka aku pun mendakwahkan kebenaran itu ke orang-orang.

Tantangan Banyak tantangan kuhadapi setelah masuk Islam. Banyak teman-temanku yang tidak menyukai ketika tahu aku masuk Islam .. Ketidaksukaan mereka itu disampaikan baik secara lisan, fisik, sampaikan dengan hukuman. Termasuk itu datang dari keluarga. Menurutku itu sudah biasa, sebab Rasulullah juga mengalaminya. Kalau Rasulullah dulu dikatakan orang kafir Quraisy sebagai majnun (gila), maka itu juga yang aku alami. Aku juga dikatakan majnun. Aku pikir itu wajar. Itu sudah menjadi sunnatullah. Lihat saja dalam QS Al Baqarah ayat 155-156 dan 214. Jadi kalau berislam apalagi baru masuk Islam itu tidak ada tantangan, atau ketika menegakkan agama Rasulullah itu tidak ada tatangan itu justru tidak benar. Aku tetap memegang teguh kebenaran Islam. Aku yakin akan firman Allah SWT: Innamal yusri yusro. Untuk mencapai kesuksesan itu harus berani menerima tantangan dan penderitaan. Jika tak ada tantangan dan penderitaan itu maka tak akan ditemukan kebahagiaan. Setelah masuk Islam, hatiku mantap dan merasakan ketenangan. Itu karena kebenaran yang kutemukan ini adalah kebenaran ilmiah yang bisa diterima dengan hati, akal dan pikiran.

Tapi sayang, meski ajaran Islam ini benar tapi orang-orangnya banyak yang belum benar. Ketika menjadi misionaris, banyak orang-orang Muslim yang berhasil kumurtadkan. Jumlahnya ribuan orang. Saat itu kami lakukan diantaranya dengan membagi-bagikan susu, pakaian dan lainnya. Semuanya itu dilakukan tidak sendirian, tapi secara terpadu. Karena itu, setelah masuk Islam, aku ingin mengem-balikan yang murtad itu kepada Islam. Kami kemudian mendirikan lembagai Al mantik 1991 di Jakarta bersama M Natsir. Kami pun mendekla-rasikan orang-orang masuk Islam se-ASEAN.

Rabu, 07 November 2012

Pembunuh Dimaafkan Jika Berhasil Menghapal Al Quran


Ayah dari seorang pemuda Saudi yang dibunuh mau memaafkan si pelaku pembunuhan jika orang tersebut berhasil menghapal al-Qur`an, lapor koran setempat yang dikutip Al Arabiya.
Rabi’a Al Dousary ayah dari pemuda bernama Abdullah, berjanji akan memaafkan pelaku pembunuhan, Faisal Al Ameri, jika dia berhasil menghapal al-Qur`an sebelum meninggalkan penjara, lapor koran Al Yaum.
Ameri divonis hukuman mati karena membunuh Abdullah Al Dousary saat terjadi pertengkaran di lingkungan tempat tinggal mereka.
Pihak berwenang di Provinsi Tmur membujuk Rabia’a Al Dousary agar memaafkan dan mengampuni Ameri.
Ayah Abdullah tersebut, yang menolak menerima uang darah sebagai pengganti nyawa anaknya, memilih untuk memberikan pelajaran yang jauh lebih berarti kepada Ameri. Pemuda pembunuh putranya disuruh menghapal al-Qur`an jika ingin bebas dari hukuman mati, sebelum dikeluarkan dari penjara.

Setelah 27 Tahun Menjadi Misionaris Lelaki ini Masuk Islam dan Tunaikan Ibadah Haji


Pendeta Mani Breguet dengan mantap memeluk Islam setelah bertugas sebagai misionaris selama 27 tahun di Kongo dan mengganti namanya dengan Abdul Malik.
Pada tahun 2012 ini dia pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan dia juga menjadi tamu kehormatan di kemah Raja Arab Saudi Abdullah.
Abdul Malik menceritakan bahwa dirinya dibesarkan dalam keluarga yang taat menjalankan ajaran agama Kristen dan telah terdidik untuk menjadi seorang misionaris semenjak berusia 8 tahun. Dia suka membaca buku-buku tentang Islam sehingga akhirnya memeluk agama Islam dengan penuh keyakinan.
Menurutnya, setelah masuk Islam dia menghadapi banyak cobaan, mulai dari gereja yang menghentikan subsidi untuknya, keluarga yang memencilkan dan mengusirnya dari rumah dan banyak hal lainnya. Kondisi inilah yang memaksanya untuk meninggalkan kota tempat keluarganya berdomisili dan pindah ke kota lain bersama istrinya yang juga telah masuk Islam.


Kamis, 18 Oktober 2012

AWAS!! SETIAP ORANG KRISTEN ADALAH MISIONARIS


Sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi umat terbaik (khairu ummah) dengan ciri khas dakwah amar ma’ruf nahi munkar (menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran) sesuai nas surat Ali Imran 110.

Kristen adalah agama misi (Latin: mittere) yang berarti perutusan (dakwah). Sebagai agama misi, Kristen mewajibkan semua umatnya untuk melakukan penginjilan (baca: pengkristenan). Pastor Adolf Heuken SJ dalam Ensiklopedi Populer tentang Gereja menegaskan bahwa penginjilan adalah tugas semua orang Kristen:

“Misi adalah perutusan (dakwah). Tugas membawa Kabar Gembira sampai ke ujung bumi ini telah diperintahkan Kristus kepada semua orang beriman: ‘Maka pergilah kamu, jadikanlah segala bangsa muridKu dan permandikanlah atas nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus’ (Mat 28:19). Maka setiap umat Kristen yang sehat akan menjalankan misi suci memperkenalkan Kristus dengan perbuatan dan perkataan. Tujuan pekerjaan misi adalah terbentuknya jemaat Kristen setempat yang dapat berdiri sendiri dan menjadi tanda kehadiran Kristus sebagai penyelamat semua manusia” (hlm 166).

…International Reformed Evangelical menegaskan bahwa penginjilan adalah kewajiban semua umat Kristen…

Sementara dalam teologi Protestan, International Reformed Evangelical menegaskan bahwa penginjilan adalah kewajiban semua umat Kristen:

“Alkitab memaparkan dengan jelas bahwa semua orang percaya adalah saksi Kristus (Kis 1:8) yang diberi Amanat Agung (Mat 28:18-20, Mark 16:15, Luk 24:47). Mereka memiliki tanggungjawab yang sama untuk menjadi saksi yang baik dan bertanggungjawab dalam mengabarkan Injil kepada dunia…. Dalam Amanat Agung, Kristus menghendaki agar semua orang percaya dibaptis. Penginjilan dilakukan untuk pertumbuhan tubuh Kristus atau Gereja. Kita harus memberitakan Injil secara verbal kepada orang lain sebagaimana yang dikatakan dalam Amanat Agung Kristus: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Prinsip-Prinsip Penginjilan, hlm 8-9).

Dalam kacamata Al-Qur’an, misi Kristen bertolak belakang dengan risalah Islam. Kristen justru melakukan amar munkar nahi ma’ruf (At-Taubah 67). Salah satu kemungkaran terbesarnya adalah mengajarkan doktrin Trinitas dan ketuhanan Yesus.

Padahal seumur hidupnya Yesus selalu mengajarkan tauhid (keesaan Tuhan) tidak pernah mengaku dirinya Tuhan (Al-Ma‘idah 116-117); sungguh telah kafirlah orang-orang yang meyakini Yesus sebagai Tuhan (Al-Ma‘idah 72); dan kafir pula orang yang mengimani doktrin Trinitas (An-Nisa’ 171-172).

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Dr AA Yewangoe, Ketua Umum PGI (Persatuan Gereja-gereja di Indonesia) mewajibkan umat Kristen untuk berpolitik:

“Politik dapat dipahami sebagai seni memerintah untuk menjapai tujuan tertentu, dalam hal ini tujuan mendirikan negara. Di sini biasanya orang berbicara mengenai politik praktis… Pada pihak lain, politik dapat pula diartikan sebagai kemauan untuk membangun dan memelihara polis. Kalau demikian, maka orang Kristen harus terlibat dalam politik. Keterlibatan ini bukanlah sesuatu yang fakultatif, tetapi merupakan suatu panggilan” (Agama dan Kerukunan, hlm 162).

Masihkan umat Islam mau menjadikan politikus Kristen sebagai pemimpin? [A Ahmad Hizbullah MAG/Suara-Islam]

MISIONARIS DI ACEH TERBONGKAR


Islamic Defenders - Fakta mengejutkan ditemukan MPU Aceh Barat di Kecamatan Woyla. Pelakunya sekelompok guru dari sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan kegiatan masyarakat. Guru-guru itu diyakini memasukkan misi pendangkalan akidah saat mengajar Bahasa Inggris dan komputer untuk anak-anak yang masih mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Bukti pendangkalan akidah tersebut sudah kita kantongi dan pelajari. Rata-rata bukti yang kita temukan mengarah pada pendangkalan akidah dan sangat membahayakan,” kata Ketua MPU Aceh Barat Tgk H Abdul Rani Adian, Jumat (28/9) di Meulaboh.

Guru yang diyakini melakukan misi pendangkalan akidah itu merupakan anggota LSM beragama non-muslim. Praktiknya, antara lain meminta anak didik menggambarkan simbol dan lambang agama tertentu. Berdasarkan pengakuan murid yang menyebutkan mereka disuruh menggambar tiang bendera layaknya simbol agama nasrani.

Yang lebih mengejutkan lagi, murid dilarang membaca Bismillah ketika akan makan, dan tak boleh mempelajari (membaca) pelajaran terkait Alquran dan hadits.

Bukti lain yang kini sedang dipelajari pihak MPU Aceh Barat, menurut Tgk Abdul Rani adalah meneliti buku PR murid yang menuliskan bentuk pendangkalan akidah yang meyakini bahwa ada sebuah agama lain yang diajarkan kepada anak didik di luar Islam.

Ketika berlangsung pelajaran Bahasa Inggris, berlangsung secara tertutup. Rata-rata simbol dan nyanyian yang diajarkan juga dalam Bahasa Inggris. Ketika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, mengarah pada puji-pujian sesuai ajaran agama tertentu.

“Ini sangat berbahaya. Kasus ini merupakan bagian dari masih adanya misionaris di Aceh Barat yang terus melaksanakan misi mereka termasuk menyusupi anak-anak usia sekolah dasar,” pungkas Ketua MPU Aceh Barat, Tgk H Abdul Rani Adian.

Misteri Bubur dan Air Biru

Di tengah keresahan orang tua dan masyarakat terhadap dugaan misi pendangkalan akidah oleh misionaris terhadap murid SD dan MI di Kecamatan Woyla, Aceh Barat, pihak Wilayatul Hisbah (WH) terus mendalami kasus itu. Selain mengumpulkan bukti, dan fakta-fakta di lapangan, pihaknya juga menemukan makanan berupa bubur dan minuman berwarna biru yang disuguhkan untuk peserta didik saat mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.

Laporan yang diterima Dan Ops WH Aceh Barat, setelah menyantap bubur, anak-anak disuguhi minuman (air) berwarna biru yang belum diketahui merk maupun bahan yang digunakan.

Seorang murid dari SD Blang Mee, Kecamatan Woyla mengaku kebanyakan tak mau minum air biru itu, apalagi menurut keterangan dari seorang murid yang sempat meminumnya, setelah meminum air tersebut merasa pusing, mual, dan seperti kebingungan.

Ada juga laporan yang menyebutkan, guru yang menyuguhkan bubur dan air biru, keesokan harinya mendatangi orang tua murid menanyakan apakah anak mereka ada mengalami gejala seperti mual, pusing atau termenung. “Inilah antara bentuk-bentuk keanehan yang kita temukan,” ujar Abdul Razak.

Dan Ops WH Aceh Barat menjelaskan, kasus yang mengarah pada pendangkalan akidah itu terungkap ketika seorang orang tua melaporkan keganjilan pada anaknya yang bersekolah di SD Woyla.

Sang ayah kaget saat mendengar anaknya bercerita tentang kehidupan dan kematian yang akan dialami oleh seluruh makhluk. Yang membuat sang ayah terperanjat ketika si anak mengakhiri ceritanya dengan mengatakan Tuhan juga akan mati.

Ketika si ayah bertanya dari mana cerita itu dia dapat, dengan lugu anaknya menjawab dari guru yang mengajar di sekolah

LSM “Center Mulia Hati” lakukan Misi Terlarang



Bantuan LSM Center Mulia Hati yang dikumpulkan dari setiap
murid SD dan MI di Kecamatan Panton Reue, yang berisi
tentang pendangkalan aqidah serta misionaris.
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat menyatakan LSM yang bernama “Center Mulia Hati” Meulaboh terbukti melakukan misi terlarang berupa pendangkalan akidah kepada murid SD dan MI serta masyarakat di Kecamatan Woyla dan Panton Reue. MPU merekomendasikan agar Pemkab Aceh Barat secepatnya menghentikan operasional LSM yang dipimpin warga negara asing tersebut.
“Berdasarkan bukti yang kami pelajari yang dikumpulkan oleh Wilayatul Hisbah (WH), semua buku dan bantuan yang diberikan oleh LSM “Center Mulia Hati” kepada murid SD dan MI serta masyarakat di Kecamatan Woyla dan Panton Reue meresahkan karena memuat materi serta misi pendangkalan akidah dan menjurus pada misionaris,” kata Ketua MPU Aceh Barat, Tgk H Abdul Rani Adian pada konferensi pers di Kantor MPU Aceh Barat, kawasan Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Senin (1/10) sore.
Menurutnya, berdasarkan bukti-bukti yang ada serta hasil pengkajian MPU, semua buku yang diberikan LSM “Center Mulia Hati” dengan tenaga pengajar yang rata-rata warga nonmuslim mengarah pada misionaris untuk mendangkalkan akidah anak-anak.
Guru LSM “Center Mulia Hati” yang mengajarkan materi Bahasa Inggris di Kecamatan Woyla dan Panton Reue, menurut MPU juga mengajarkan kepada anak didik di luar dari ajaran Islam seperti akan adanya tuhan mati, adanya beberapa tuhan serta mengajarkan nyanyian agama lain. Guru juga melarang anak didik mereka menjalankan perintah agama Islam seperti yang dianut selama ini.
“Warga di Aceh Barat juga bersiap jadi saksi terkait pendangkalan akidah yang menjurus pada misionaris tersebut, karena warga memang melihat praktik yang dilakukan secara terselubung di setiap sekolah di lokasi program yang dijalankan,” ungkap Ketua MPU Aceh Barat.
MPU Aceh Barat juga menemukan bukti buku pelajaran yang diberikan kepada anak didik dengan penerbit skala nasional yang dikeluarkan tahun 2007 juga ilegal karena tak diketahui oleh guru maupun Dinas Pendidikan Aceh Barat. Buku tersebut juga memuat simbol agama dan teka-teki yang jawabannya berisi tentang keyakinan agama lain di luar Islam.
“Supaya hal ini tidak menimbulkan masalah baru dan gejolak di masyarakat, kami minta Pemkab Aceh Barat segera menghentikan seluruh kegiatan LSM CMH tanpa kecuali. LSM CMH tak boleh lagi ada di Meulaboh atau sekitarnya,” tandas Tgk Abdul Rani.
MPU Aceh Barat juga sudah mengamankan bukti terkait misi pendangkalan akidah melalui bantuan mesin jahit yang diberikan oleh LSM CMH untuk kelompok ibu-ibu kursus menjahit di Kecamatan Panton Reue. “Berdasarkan pengkajian, simbol-simbol yang tertera pada mesin jahit itu juga termasuk misi pendangkalan akidah,” katanya.

Keberadaan LSM Centre Mulia Hati di Aceh Barat ternyata tidak masuk dalam buku direktori organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat Provinsi Aceh. Dengan kata lain, CMH tidak terdaftar secara resmi di Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh, LSM ini adalah Ilegal.

Senin, 15 Oktober 2012

Seorang Pelacur Bongkar Kesaksian Palsu Penyembuhan Atas nama Yesus?

Beberapa waktu yang lalu Seorang pelacur, Esther Mwende membongkar kesaksian palsu penyembuhan atas nama Yesus. sang Pendeta memintanya untuk berpose sebagai seorang wanita dengan mulut bengkok dan kemudian datang hari Minggu berikutnya untuk bersaksi bahwa ia telah disembuhkan melalui doa Pendeta, dan dia memenuhi.

Penyembuhan palsu yang sering dilakukan Pendeta Michael Njoroge dari gereja Fire Ministries Kenya akhirnya terkuak setelah adanya pengaduan pelacur yang telah disewa untuk memberikan kesaksian palsu telah disembuhkan dan menerima mukjizat setelah di doakan. Namun kontrak sewa tidak dibayar, akhirnya para pelacur menuntutnya.

Ester Mwende mengatakan, ia bertemu pendeta Michael Njoroge di Embakasi Fire Ministries yang mendekatinya sebagai pelanggan. Pendeta mengunyah buah terlarang dan kemudian memulai sebuah misi untuk menipu para pengikutnya.Istri Njoroge yang terasing, Esther Kagure membenarkan apa yang disampaikan pelacur tersebut, ia menegaskan bahwa pernyataan itu benar karena dia tahu pastor dengan baik. Kagure mengklaim bahwa, bahkan ketika mereka bersama-sama, pendeta digunakan untuk membayar orang untuk mengklaim mereka telah sembuh dari HIV / AIDS dan penyakit lainnya.
Terkait masalah ini,setelah mengungkap masalah ini,Ester mwende mendapatkan Ancaman dari orang yang tidak dikenal Media mengungkap perilaku Pendeta yang menggunakan cara tidak bermoral untuk merayu jemaat, pada saat yang sama pendeta Michael Njoroge juga mengancam dua wartawan yang meliput hal tersebut.

Gereja juga melakukan pengamanan ketat, seperti beberapa pengunjung muda diperiksa saat memasuki gereja dan melarang setiap orang yang membawa kamera. Kenya selama beberapa tahun terakhir mengalami ‘ledakan’ pendirian sejumlah gereja baru seiring dengan kekhawatiran bahwa beberapa orang menggunakan gereja untuk memperkaya diri sendiri dengan mengambil keuntungan dari orang Kristen yang memang mudah tertipu. Dengan kemudahan penggunaan ponsel untuk transfer uang, televangelis dan pendeta lainnya sering kali membuat nomor telephon untuk mengumpulkan uang dari orang yang percaya dengan mengatakan bahwa itu akan digunakan untuk proyek-proyek gereja dan penyebaran perkataan untuk memastikan lebih banyak orang mendapatkan keuntungan dari ‘mukjizat’

bagi yang masih meragukan kevalidan berita ini, bisa baca di situs situs ini :

http://nakuru.hivisasa.com/news/apostle-michael-njoroge-hold-crusade-nakuru
http://www.jambonewspot.com/pastor-michael-njoroge-can-be-arrested-say-ag-githu-muigai/

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=df9170BjGW4